Sabtu, 03 Februari 2018

Makalah Komputer



MAKALAH
PRAKTIK KOMPUTER





Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Praktik Komputer
Di susun oleh :

          Nama : Nurul Hidayah
Fakultas/Prodi               : Tarbiyah/PAI
    NIM : 1623211011






INSTITUT AGAMA ISLAM IMAM AL-GHAZALI
TAHUN PELAJARAN 2016/2017





KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Allah swt, karena atas rahmat dan ridho-Nya saya dapat menyelesaikan makalah tugas praktik komputer ini sebagai syarat untuk mengikuti Ujian Tengah Semester.  Sholawat serta salam senantiasa tetap tercurahkan kepada junjungan besar Nabi Muhammad saw.
Saya menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini masih banyak kekurangan. Untuk itu kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan agar dalam pembuatan makalah selanjutnya bisa lebih baik lagi.












DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR 1
DAFTAR ISI 2
BAB I 3
PENDAHULUAN 3
A. Latar Belakang 3
B. Rumusan Masalah 3
C. TUJUAN 4
BAB II 5
PEMBAHASAN 5
A. Pengertian Anak yang Berkebutuhan Khusus 5
B. Jenis-jenis Anak Berkebutuhan Khusus 5
1. Anak Tuna Netra 5
2. Anak Tuna Rungu 6
3. Anak Tuna Daksa 7
4. Anak Tuna Wicara 8
5. Kelainan emosi 8
6. Keterbelakangan Mental 9
C. Sebab-sebab Anak Berkebutuhan Khusus 9
1. Peristiwa Pra Natal (dalam kandungan) 9
2. Natal (saat kelahiran) 10
3. Post Natal (setelah kelahiran) 10
D. Cara Menangani Anak Berkebutuhan Khusus 10
BAB III 11
PENUTUP 11
A. KESIMPULAN 11
B. SARAN 11
DAFTAR PUSTAKA 12

DAFTAR GAMBAR

gambar 1 Tuna Netra 8
gambar 2 Tuna Rungu 8
gambar 3 Tuna Daksa 9
gambar 4 Tuna Wicara 10
gambar 5 Idiot 12






BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Tidak semua anak yang dilahirkan di dunia ini selalu mengalami perkembangan normal. Banyak diantara mereka yang dalam perkembangannya mengalami hambatan, gangguan, keterbatasan atau memiliki factor-faktor resiko sehingga untuk mencapai perkembangan optimal diperlukan penanganan atau intervensi khusus. Kelompok inilah yang kemudian dikenal sebagai anak berkebutuhan khusus atau anak yang luar biasa.
Anak yang berkebutuhan khusus disebut cacat karena mereka termasuk anak yang pertumbuhan dan perkembangannya mengalami penyimpangan atau kelainan, baik dari segi fisik, mental, emosi, serta sosialnya bila dibandingkan dengan anak yang normal. Karakteristik spesifik anak kebutuhan khusus pada umumnya berkaitan dengan tingkat perkembangan fungsional. Adanya perbedaan karakteristik setiap peserta didik berkebutuhan khusus, anak memerlukan kemampuan guru khusus. Guru dituntut memiliki kemampuan berkaitan dengan cara mengombinasikan kemampuan dan bakat setiap anak dalam beberapa aspek. Aspek-aspek tersebut meliputi kemampuan berpikir, melihat, mendengar, berbicara, dan cara bersosialisasi. Hal-hal tersebut diarahkan pada keberhasilan dari tujuan akhir pembelajaran, yaitu perubahan perilaku kearah dewasa.

B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan anak berkebutuhan khusus?
2. Apa saja jenis-jenis anak berkebutuhan khusus?
3. Apa yang menyebabkan anak berkebutuhan khusus?
4. Bagaimana cara menangani anak berkebutuhan khusus?



C. TUJUAN
1. Untuk mengetahui pengertian dari anak berkebutuhan khusus
2. Untuk mengetahui jenis-jenis anak berkebutuhan khusus
3. Untuk mengetahui penyebab anak berkebutuhan khusus
4. Untuk mengetahui cara menangani anak yang berkebutuhan khusus





BAB II
PEMBAHASAN


A. Pengertian Anak yang Berkebutuhan Khusus

        Menurut Hallahan dan Khauffman, anak berkebutuhan khusus didefinisikan sebagai anak yang memerlukan pendidikan dan layanan yang khusus untuk mengembangkan potensi kemanusiaan mereka secara sempurna. Dalam percakapan sehari-hari, anak berkebutuhan khusus dijuluki sebagai “orang luar biasa”, dikarenakan mereka memiliki kelebihan yang luar biasa, misalnya orang yang terkenal memiliki kemampuan intelektual yang luar biasa, memiliki kreatifitas yang tinggi dalam melahirkan sesuatu temuan-temuan yang luar biasa disbanding iptek, religious, dan dibidang kehidupan lainnya.

B. Jenis-jenis Anak Berkebutuhan Khusus
        Berikut beberapa anak yang berkebutuhan khusus, adalah sebagai berikut:
       1. Anak Tuna Netra
           Adalah anak yang mempunyai kekurangan secara indrawi, yakni penglihatan. Gambar                     dibawah ini adalah anak yang mengalami tuna netra.

gambar 1 Tuna Netra
       2. Anak Tuna Rungu
           Adalah anak yang mempunyai kelainan pada pendengarannya. Gambar di bawah ini adalah             anak penderita tuna rungu.

gambar 2 Tuna Rungu
       3. Anak Tuna Daksa
           Adalah anak yang mempunyai kelainan pada tubuhnya yakni kelumpuhan. Ini disebabkan                karena polio dan gangguan pada syaraf motoriknya. Gambar di bawah menunjukan anak yang            mengalami tuna daksa yang berprestasi.

gambar 3 Tuna Daksa



        4. Anak Tuna Wicara
             Adalah anak yang mempunyai kelainan pada proses berbicara atau berbahasa. Anak yang                 seperti ini mengalami kesulitan dalam berbahasa dan berbicara  sehingga tidak dapat                           dimengerti oleh orang lain. Contoh orang yang mengalami tuna wicara.


gambar 4 Tuna Wicara

        5. Kelainan emosi
            Adalah anak yang berkelainan pada tingkat emosinya. Anak yang mengalami kelainan emosi          dibagi menjadi 2 :
           a. Gangguan perilaku, ciri-cirinya:
                1). Suka menggagu di kelas
                2). Tidak sabaran, terlalu cepat beraksi
                3). Tidak menghargai orang lain
                4). Suka menentang
                5). Suka menyalahkan orang lain
                6). Sering melamun

           b.  Gangguan Konsentrasi
                 Gejala-gejalanya terjadi paling sedikit selama 6 bulan, gejala-gejala tersebut antara lain:
               1). Tidak mendengarkan orang lain berbicara
               2). Sering gagal dalam memperhatikan objek tertentu
               3). Sering tidak melalukan perintah dari orang lain

            c.  Anak Hiperaktif (ADHD)
                Gejala-gejalanya adalah sebagai berikut:
               1). Tidak bisa diam
               2). Ketidak mampuan untuk memberi perhatian yang cukup lama
               3). Hiperaktivitas
               4). Canggung

6. Keterbelakangan Mental
        Adalah anak yang memiliki mental yang sangat rendah, selalu membutuhkan bantuanorang lain       karena tidak mampu mengurus dirinya sendiri, kecerdasannya terbatas, apatis, serta perhatiannya         labil. Anak yang keterbelakangan mental menjadi beberapa bagian yaitu :

        a. Idiot, yaitu anak yang paling rendah taraf intelegensinya (IQ>20)

           gambar 5 Idiot

        b. Imbesil, yaitu anak yang mempunyai (IQ 20-50)
        c. Debil atau moron, yaitu anak yang mempunyai (IQ 50-70)



C. Sebab-sebab Anak Berkebutuhan Khusus
        1. Peristiwa Pra Natal (dalam kandungan)
            a. Keracunan darah
            b. Infeksi karena penyakit kotor (penyakit kelamin/spilis yang diderita ayah atau ibu)
            c. Kekurangan vitamin atau kelebihan zat besi

        2. Natal (saat kelahiran)
            a. Lahir  premature
            b. Kelahiran yang dipaksa dengan menggunakan vacuum
            c. Proses kelahiran bayi sungsang

        3. Post Natal (setelah kelahiran)
            a. Terjadi incident
            b. Kekurangan vitamin atau zat besi
            c. Penyakit panas tinggi dan kejang-kejang

D. Cara Menangani Anak Berkebutuhan Khusus
        1. Penguatan kondisi mental orang tua
        2. Dukungan sosial yang memadai
        3. Peran aktif pemerintah








BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Anak yang berkebutuhan khusus didefinisikan sebagai anak yang memerlukan pendidikan dan layanan khusus untuk mengembangkan potensi kemanusiaan mereka secara sempurna. Penyebutan sebagai anak berkebutuhan khusus, dikarenakan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, anak ini membutuhkan bantuan layanan pendidikan, layanan sosial, layanan bimbingan konseling, dan berbagai jenis layanan lainnya yang bersifat khusus.
Dalam penanganan anak berkebutuhan khusus, terdapat tiga hal yang perlu diperhatikan, diantaranya yaitu penguatan mental orang tua yang mempunyai anak  berkebutuhan khusus, dukungan yang kuat dari tetangga dan lingkungan sekitar, peran aktif pemerintah  dalam menjadikan pelayanan kesehatan dan konsultasi bagi anak yang berkebutuhan khusus

B. SARAN
Setelah mengetahui dan memahami segala sesuatu hal yang berhubungan dengan anak berkebutuhan khusus, sangat diharapkan bagi masyarakat Indonesia terutama bagi para pendidik dalam menyikapi dan mendidik anak yang menyandang berkebutuhan khusus dengan baik dan sesuai dengan yang diharapkan. Karena pada dasarnya anak seperti itu bukan malah dijauhi akan tetapi didekati dan diperlakukan sama dengan manusia normal lainnya akan tetapi dengan cara yang berbeda.




DAFTAR PUSTAKA

An, M. T. (n.d.). Petunjuk Mengatasi Stres. Bandung: Sinar Baru Algensindo.
Dariyo, A. (2007). Psikologi Perkembangan Anak 3 Tahun Pertama. Bandung: Revika Aditama.
Sarlito, W. (2010). Pengantar Psikologi Umum. Jakarta: Rajawali Pers.


Sejarah Peradaban Islam di China


MAKALAH
SEJARAH ISLAM DUNIA











Makalah Ini Dibuat untuk Menyelesaikan Tugas Sejarah Islam Dunia

Mata Kuliah : Sejarah Islam Dunia
Dosen : A. Adibudin Al-Halim, M.Pd

Di susun oleh :
NURUL HIDAYAH (1623211011)

FAKULTAS TARBIYAH PRODI PAI A
INSTITUT AGAMA ISLAM IMAM AL GHAZALI 
TAHUN AJARAN 2017/2018



KATA PENGANTAR

Segala puji hanya milik Allah SWT. Shalawat dan salam selalu tercurahkan kepada Rosulullah SAW. Berkat limpahan dan rahmat-Nya saya mampu menyelesaikan tugas makalah ini guna memenuhi tugas terstruktur Mata Kuliah Sejarah Peradaban Islam yangberjudul Sejarah Peradaban Islam di China. Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang Sejarah Peradaban Islam di China yang saya dapatkan dari berbagai sumber baik referensi buku ataupun internet. Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas dan menjadi sumbangan pemikiran kepada pembaca.Saya sadar bahwa makalah ini masih banyak kekurangan dan jauh dari sempurna. Untuk itu, saya mengharapkan kritik dan saran dari pembaca agar baik di penulisan yang akan datang.




Cilacap, 10 oktober 2017

Penyusun













DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR 2
DAFTAR ISI 3
BAB I 4
PENDAHULUAN 4
A. Latar Belakang 4
B. Rumusan Masalah 4
C. Tujuan 4
BAB II 5
PEMBAHASAN 5
A. Sejarah Masuknya Islam di China 5
B. Perkembangan Islam di China 6
BAB III PENUTUP 10
A. KESIMPULAN 10
B. SARAN 10
DAFTAR PUSTAKA 11










BAB I
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang
Cina adalah Negara yang menggunakan mandarin sebagai bahasa nasionalnya manganggap bahwa agama tidaklah terlalu penting. Karena mereka menganggap bahwa agama hanyalah sesuatu yang kuno dan agama hanya dipakai pada masyarakat yang tidak mampu menjalani hidup. Di Negara yang tidak mengenal Tuhan, islam hidup dan berkembang. Bahkan banyak sumbangan islam telah diwariskan, diantaranya system kalender, matematika, dan kedokteran. Cina merupakan Negara yang mempunyai penduduk terbesar didunia, sekalipun ia sering dilihat sebagai Negara komunis, ia juga dikenal negeri yang tak bertuhan. Oleh karena itu, Umat islam wajib berdakwah untuk meluruskan jalan yang telah menyimpang itu.Ada interaksi dan proses sejarah yang panjang antara masyarakat cina dan islam. melalui makalah ini kita akan melihat pasang surut sejarah islam di china.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana Sejarah Awal Mua Masuknya Islam di China?
2. Bagaimanakah Perkembangan Islam di China?
C. Tujuan
1. Agar pembaca dapat mengetahui kapan Islam masuk di China
2. Agar pembaca dapat mengetahui perkembangan Islam di China



BAB II
PEMBAHASAN


A. Sejarah Masuknya Islam di China

Agama Islam telah tersebar di China selama lebih 1300 tahun. Di China terdapat sebanyak 140 juta penduduk dari 10 suku bangsa yang beragama Islam termasuk etnik Huizu, Kazakh, Kirgiz, Tajik, Uzbek, Tatar dan yang lainnya. Agama Islam sudah tidak asing bagi penduduk di negara ini.Ia telah menjadi salah satu agama yang penting di China. Islam telah menjadi salah satu agama yang penting di China. Agama Islam dipercayai berkembangnya di China pada tahun 651 M pada masa Dinasti Tang. Dinasti Tang merupakan salah satu dinasti yang paling makmur dalam sejarah China. Pada zaman itu terdapat ibu negara Disnati Tang ke Negara Arab. Agama Islam masuk ke negeri China melalui jalur perdagangan darat dan laut, yang disebut "jalur sutra". Para pedagang yang berasal dari Arab selain untuk berdagang, mereka juga menyebarkan agama Islam. Oleh karena itu, mereka sering disebut nama Hui-hui. Agama Islam disebut dengan Hui-hui Chew atau Tsing Ching Chew, yang berarti agama yang suci.
Agama Islam pada zaman Dinasti Tang masih lemah, jumlah penganutnya kebanyakan adalah saudagar dari Arab yang tinggal di China. Mereka mayoritas lebih kaya daripada orang biasa. Pada zaman Wudai, China utara sering berperang dan China selatan lebih aman, banyak penganut agama Islam telah pindah ke China selatan. Pada zaman itu, agama Islam telah berkembang. Banyak orang China menganut agama Islam. Masjid pada zaman Dinasti Tang dan Wudai masih mempunyai corak seni Arab dan belum menerima pengaruh seni tradisional China. Kebanyakan masjid pada zaman itu terletak di pelabuhan atau bandar, pusat politik dan ekonomi. Masjid Huaizheng di Bandar Guangzhou yang dibina pada Dinasti Tang dianggap sebagai masjid yang tertua di China. Masjid tersebut masih mempunyai corak seni Arab.
Pada zaman Dinasti song, agama Islam dianggap lebih mulia oleh rakyat China. Agama Islam telah mulai berkembang di China dan kawasan kediaman penduduk beragama Islam lebih luas. Banyak orang asing yang beragama Islam tinggal di Bandar Guangzhou di Provinsi Guangdong dan Bandar Quanzhou di Provinsi Fujian secara berkumpulan.

Masjid pada zaman Dinasti Song yang masih ada sekarang sudah tidak banyak, yang paling terkenal ialah masjid “Qing Jung Si” di Bandar Quanzhou.
Zaman Dinasti Yuan merupakan zaman yang paling penting bagi perkembangan agama Islam di China. Agama Islam di China berkembang paling pesat dan makmur pada zaman itu. Islam mempunyai kedudukan yang penting diarena politik dan kehidupan masyarakat. Para penganut agama Islam bertambah pesat dan banyak orang Islam di China yang mengadakan perkembangan seni Arab, bentuknya telah menerima seni China dan banyak menggunakan kayu yang diukir.
Pada zaman Dinasti Ming, perkembangan agama Islam di China telah menghadapi rintangan, Maharaja pertama Dinasti Ming memandang rendah terhadap agama Islam. Baginda mengeluarkan perintah untuk melarang rakyat menyembelih lembu secara tersendiri dan beberapa dasar yang mendiskriminasi umat Islam, termasuk orang Islam menjadi pegawai kerajaan dan lain-lainnya. Hal tersebut mencetuskan kemarahan umat Islam di China. Penduduk Islam mengadakan pemberontakan di ibu kota negara di bagian selatan, Maharaja pertama Dinasti Ming melaranag perdagangan melalui jalur laut. Semua kapal tidak dibenarkan berlayar. Di bagian utara, Maharaja secara besar-besaran memperbaiki tembok China. Hal tersebut berarti memutuskan dua komunikasi antara umat Islam di China dan Arab. Agana Islam di China berkembang secara sendiri. Sejak itu, agama Islam di China semakin hari semakin bercorak China.

B. Perkembangan Islam di China

El Misykat-“Tuntutlah Ilmu sampai ke negeri Cina,” begitu kata petuah Arab. Jauh sebelum ajaran Islam diturunkan Allah SWT, bangsa Cina memang telah mencapai peradaban yang amat tinggi. Pada masa itu, masyarakat Negeri Tirai Bambu sudah menguasai beragam khazanah kekayaan ilmu pengetahuan dan peradaban. Tak bisa dipungkiri bahwa umat Islam juga banyak menyerap ilmu pengetahuan serta peradaban dari negeri ini.
Beberapa contohnya antara lain, ilmu ketabiban, kertas, serta bubuk mesiu. Kehebatan dan tingginya peradaban masyarakat Cina ternyata sudah terdengar di negeri Arab sebelum tahun 500 M.Sejak itu, para saudagar dan pelaut dari Arab membina hubungan dagang dengan `Middle Kingdom’julukan Cina.
Untuk bisa berkongsi dengan para saudagar Cina, para pelaut dan saudagar Arab dengan gagah berani mengarungi ganasnya samudera. Mereka `angkat layar’ dari Basra di Teluk Arab dan kota Siraf di Teluk Persia menuju lautan Samudera Hindia.
Sebelum sampai ke daratan Cina, para pelaut dan saudagar Arab melintasi Srilanka dan mengarahkan kapalnya ke Selat Malaka.Setelah itu, mereka berlego jangkar di pelabuhan Guangzhou atau orang Arab menyebutnya Khanfu.Guangzhou merupakan pusat perdagangan dan pelabuhan tertua di Cina.Sejak itu banyak orang Arab yang menetap di Cina.Ketika Islam sudah berkembang dan Rasulullah SAW mendirikan pemerintahan di Madinah, di seberang lautan Cina tengah memasuki periode penyatuan dan pertahanan.Menurut catatan sejarah awal Cina, masyarakat Tiongkok pun sudah mengetahui adanya agama Islam di Timur Tengah.Mereka menyebut pemerintahan Rasulullah SAW sebagai Al-Madinah.
Orang Cina mengenal Islam dengan sebutan Yisilan Jiao yang berarti ‘agama yang murni’.Masyarakat Tiongkok menyebut Makkah sebagai tempat kelahiran ‘Buddha Ma-hia-wu’ (Nabi Muhammad SAW).Terdapat beberapa versi hikayat tentang awal mula Islam bersemi di dataran Cina.Versi pertama menyebutkan, ajaran Islam pertama kali tiba di Cina dibawa para sahabat Rasul yang hijrah ke al-Habasha Abyssinia (Ethopia). Sahabat Nabi hijrah ke Ethopia untuk menghindari kemarahan dan amuk massa kaum Quraish jahiliyah. Mereka antara lain; Ruqayyah, anak perempuan Nabi; Usman bin Affan, suami Ruqayyah; Sa’ad bin Abi Waqqas, paman Rasulullah SAW; dan sejumlah sahabat lainnya.Para sahabat yang hijrah ke Etopia itu mendapat perlindungan dari Raja Atsmaha Negus di kota Axum. Banyak sahabat yang memilih menetap dan tak kembali ke tanah Arab.Konon, mereka inilah yang kemudian berlayar dan tiba di daratan Cina pada saat Dinasti Sui berkuasa (581 M – 618 M).
Sumber lainnya menyebutkan, ajaran Islam pertama kali tiba di Cina ketika Sa’ad Abi Waqqas dan tiga sahabatnya berlayar ke Cina dari Ethopia pada tahun 616 M. Setelah sampai di Cina, Sa’ad kembali ke Arab dan 21 tahun kemudian kembali lagi ke Guangzhou membawa kitab suci Alquran. Ada pula yang menyebutkan, ajaran Islam pertama kali tiba di Cina pada 615 M – kurang lebih 20 tahun setelah Rasulullah SAW tutup usia.
Adalah Khalifah Utsman bin Affan yang menugaskan Sa’ad bin Abi Waqqas untuk membawa ajaran Illahi ke daratan Cina. Konon, Sa’ad meninggal dunia di Cina pada tahun 635 M. Kuburannya dikenal sebagai Geys’ Mazars.Utusan khalifah itu diterima secara terbuka oleh Kaisar Yung Wei dari Dinasti Tang. Kaisar pun lalu memerintahkan pembangunan Masjid Huaisheng atau masjid Memorial di Canton – masjid pertama yang berdiri di daratan Cina. Ketika Dinasti Tang berkuasa, Cina tengah mencapai masa keemasan dan menjadi kosmopolitan budaya. Sehingga, dengan mudah ajaran Islam tersebar dan dikenal masyarakat Tiongkok. Pada awalnya, pemeluk agama Islam terbanyak di Cina adalah para saudagar dari Arab dan Persia. Orang Cina yang pertama kali memeluk Islam adalah suku Hui Chi. Sejak saat itu, pemeluk Islam di Cina kian bertambah banyak.Ketika Dinasti Song bertahta, umat Muslim telah menguasai industri ekspor dan impor.Bahkan, pada periode itu jabatan direktur jenderal pelayaran secara konsisten dijabat orang Muslim.
Pada tahun 1070 M, Kaisar Shenzong dari Dinasti Song mengundang 5.300 pria Muslim dari Bukhara untuk tinggal di Cina. Tujuannya untuk membangun zona penyangga antara Cina dengan Kekaisaran Liao di wilayah Timur Laut.Orang Bukhara itu lalu menetap di di antara Kaifeng dan Yenching (Beijing). Mereka dipimpin Pangeran Amir Sayyid alias ‘So-Fei Er’.Dia bergelar `bapak’ komunitas Muslim di Cina. Ketika Dinasti Mongol Yuan (1274 M -1368 M) berkuasa, jumlah pemeluk Islam di Cina semakin besar.Mongol, sebagai minoritas di Cina, memberi kesempatan kepada imigran Muslim untuk naik status menjadi Cina Han.Sehingga pengaruh umat Islam di Cina semakin kuat. Ratusan ribu imigran Muslim di wilayah Barat dan Asia Tengah direkrut Dinasti Mongol untuk membantu perluasan wilayah dan pengaruh kekaisaran. Bangsa Mongol menggunakan jasa orang Persia, Arab dan Uyghur untuk mengurus pajak dan keuangan. Pada waktu itu, banyak Muslim yang memimpin korporasi di awal periode Dinasti Yuan.Para sarjana Muslim mengkaji astronomi dan menyusun kalender. Selain itu, para arsitek Muslim juga membantu mendesain ibu kota Dinasti Yuan, Khanbaliq.


Pada masa kekuasaan Dinasti Ming, Muslim masih memiliki pengaruh yang kuat di lingkaran pemerintahan. Pendiri Dinasti Ming, Zhu Yuanzhang adalah jenderal Muslim terkemuka, termasuk Lan Yu Who. Pada 1388, dan memimpin pasukan Dinasti Ming dan menundukkan Mongolia. Tak lama setelah itu muncul Laksamana Cheng Ho – seorang pelaut Muslim handal. Saat Dinasti Ming berkuasa, imigran dari negara-negara Muslim mulai dilarang dan dibatasi. Cina pun berubah menjadi negara yang mengisolasi diri.Muslim di Cina pun mulai menggunakan dialek bahasa Cina. Arsitektur Masjid pun mulai mengikuti tradisi Cina. Pada era ini Nanjing menjadi pusat studi Islam yang penting. Setelah itu hubungan penguasa Cina dengan Islam mulai memburuk.














BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Agama Islam telah tersebar di China selama lebih 1300 tahun. Di China terdapat sebanyak 140 juta penduduk dari 10 suku bangsa yang beragama Islam termasuk etnik Huizu, Kazakh, Kirgiz, Tajik, Uzbek, Tatar dan yang lainnya. Agama Islam sudah tidak asing bagi penduduk di negara ini.Ia telah menjadi salah satu agama yang penting di China. Islam telah menjadi salah satu agama yang penting di China. Agama Islam dipercayai berkembangnya di China pada tahun 651 M pada masa Dinasti Tang. Dinasti Tang merupakan salah satu dinasti yang paling makmur dalam sejarah China. Pada zaman itu terdapat ibu negara Disnati Tang ke Negara Arab. Agama Islam masuk ke negeri China melalui jalur perdagangan darat dan laut, yang disebut "jalur sutra".
B. SARAN
Dalam menyelesaikan Makalah Sejarah Islam Dunia “ Sejarah Islam di China “ ini, penyusun yakin masih jauh dari kata sempurna. Penyusun mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar kedepannya tulisan ini menjadi lebih sempurna.











DAFTAR PUSTAKA

Sugiyono, M. S. (2013). Perjalanan Sejarah Kebudayaan Islam. PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.

PERENCANAAN DAN DESAIN PEMBELAJARAN PAI
LANGKAH-LANGKAH MENYUSUN KOMPETENSI








Makalah Ini Dibuat Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Perencanaan Dan Desain Pembelajaran PAI, Yang Disusun Oleh:
1.      Marissa                                  (1623211036)
2.      Siti Hayati                             (1623211015)
3.      Siti Salimatun Suburiyah       (1623211012)
Semester        : 3 (Tiga)


FAKULTAS TARBIYAHPRODI PAI A
INSTITUT AGAMA ISLAM IMAM GHAZALI (IAIIG) CILACAP
TAHUN AJARAN 2017/2018

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum  Wr. Wb.
Dengan menyebut nama Alloh SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan,rahmat, hidayah dan inayah-Nya kepada kami. Sehingga kami dapat menyelesaikan makalah Perencanaan Dan Desain Pembelajaran PAI yang bertema Langkah-Langkah Menyususn Kompetensi.
Adapun makalah Perencanaan Dan Desain Pembelajaran PAI telah kami usahakan semaksimal mungkin. Namun, tidak lepas dari semua itu kami menyadari sepenuhnya bahwa ada kekurangan baik dari segi penyusunan bahaanya maupun segi lainnya. Oleh karena itu, dengan lapang dada dan tangan terbuka kami membuaka selebar-lebarnya bagi para pembaca yang ingin membei saran dan kritik kepada kami. Sehingga kami dapat memperbaiki makalah kami kami yang masih jauh dari kesempurnaan.
Akhrnya penyusun mengharapkan semoga makalah Perencanaan Dan Desain Pembelajaran PAI ini tentang Langkah-Langkah Menyusun Kompetensi kita dapat mengambil manfaat yang ada di dalam kandungan pembahasan ini.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Cilacap, 14 Oktober 2017

Penulis


DAFTAR ISI



BAB IPENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG

Dalam suatu penyelenggaraan pendidikan pastilah akan diperlukan sebuah kurikulum. Didalam kurikulum akan menjabarkan tentang tata pelaksaan maupun pengembangan dari pendidikan itu sendiri. Selain kurikulum ada juga standar kompetensi yang sangat berperan penting dalam peningkatan kualitas pendidikan.
Untuk dapat mewujudkan hal tersebut, Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) telah melakukan penyusunan Standar Isi (SI), yangkemudian dituangkan ke Dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) nomor 22 tahun 2006 yang mencangkup dua komponen, yaitu:
1.      Standar Kompetensi (SK) merupakan ukuran kemampuan minimal yang mencangkup pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang harus dicapai, diketahui dan mahir dilakukan oleh peserta didik pada setiap tingkatan dari suatu yang diajarkan.
2.      Kompetensi Dasar (KD) merupakan penjabaran dari Standar Kompetensi peserta didik yang cakupan materinya lebih sempit dibandingkan dengan SK peserta didik.
Mengenai penjelasan selanjutnya akan dibahas pada bab berukutnya yaitu bagan pembahasan.




 

B.     RUMUSAN MASALAH

Adapun rumusan masalah yang akan kami bahas adalah:
1.      Bagaimanakah langkah-langkah perumusan kompetensi dasar?
2.      Bagaimanakah langkah-langkah perumusan indikator?
3.      Bagaimanakah langah-langkah pengembangan materi pembelajaran yang sesuai dengan taksonomi?

C.    TUJUAN

Berdasarkan rumusan masalah yang telah kami kemukakan diatas, maka yang menjadi tujuan penulisan makalah ini adalah:
1.      Mengetahui langkah-langkah perumusan kompetensi dasar.
2.      Mengeahui langkah-langkah perumusan indikator.
3.      Mengetahui langkah-langkah pengembangan materi pembelajaran yang sesuai dengan taksonomi.


 A.    Kompetensi

Departemen Pendidikan Nasional menyederhanakan definisi kompetensi sebagai “Pengetahuan,keterampilan,sikap, dan nilai-nilai yang diwujudkan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak” (Depdiknas,2004).
Langkah-langkah Menyusun Kompetensi
1.      Menentukan kompetensi lulusan/hasil belajar pada akhir suatu atau serangkaian pembelajaran. Gunakan kata kerja dari taksonomi Bloom,kratwohl, dan Anderson.
2.      Gunakan bahasa yang mudah dimengerti oleh peserta didik dan pembaca umum,termasuk guru dan dosen, orang tua, pembina pendidikan serta pengambil keputusan, Bahasa perlu jelas, lugas, tegas, serta dapat dikerjakan dan dapat dinilai.
3.      Nyatakan target pengunjukan kompetensi yang memberikan informasi terhadap peserta didik dan guru atau dosen tentang sejauh mana pencapaian atau penguasan kompetensi.
4.      Sedapat mungkin capailah keseimbangan pertanyaan kompetensi,penekanan dan fokus tetap diperlukan, keseimbangan tidak perlu dipaksakan.
5.      Batasi kompetensi yang akan dicapai pada setiap kegiatan pembelajaran agar lebih terarah dan fokus.
6.      Klasifikasikan kompetensi yang sejenis ke dalam suatu kompetensi, tetapi jangan memaksakan perumusan suatu kompetensi yang terlalu sarat, Bila diperlukan, rumuskan kompetensi yang sangat penting secara terpisah.
7.      Koordinasikan kompetensi yang memerlukan urutan untuk menunjukan perkembangan, kesinambungan, keutuhan, dan keberlanjutan, Tunjukkan peningkatan penguasaan kompetensi dari yang lebih mendasar ke yang lebih rumit, kompleks, dan canggih dalam urutan yang utuh.
8.      Hindari mencapurkan definisi kompetensi, kompetensi menunjukkan kecakapan atau kemampuan, Standar kinerja menunjukan pembangunan atau penegasan pencapaian kinerja dan metode penilaian, Oleh karena itu, intruksi yang menuntut pencapaian kompetensi dan instruksi penilaian yang menuntut pengunjukan perubahan perilaku perlu disusun dengan kriteria yang jelas.
9.      Hindari anggapan untuk dapat merumuskan kompetensi secara sempurna pada permulaan. Lakukan secara bertahap, berlatihlah, cobalah, dan perbaiki agar lebih mantap.[1]

B.     Kompetensi Dasar

Kompetensi Dasar adalah pengetahuan, ketrampilan dan sikap minimal yang harus dicapai oleh siswa untuk menunjukkan bahwa siswa telah menguasai standar kompetensi yang telah ditetapkan, oleh karena itulah maka kompetensi dasar merupakan penjabaran dari standar kompetensi. [2]
Dalam mengkaji Kompetensi Dasar mata pelajaran sebagaimana yang tercantum pada standar isi dilakukan dengan memperhatikan hal-hal berikut:
a.       Urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin imu dan tingkat kesulitan materi, tidak harus sesuai dengan urutan yang ada distandar isi.
b.      Keterkaitan antara standar standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran.
c.       Pada dasarnya rumusan kompetensi dasar itu ada yang operasional maupun yang tidak operasional karena setiap kata kerja tindakan yang berada pada kelompok pemahaman dan pengetahuan yang tidak bisa digunakan untuk rumusan kompetensi dasar.
Sehingga langkah-langkah untuk menyusun kompetensi dasar adalah:
1)      Menjabarkan kompetensi yang dimaksud, dengan bertanya: “kemampuan apa saja yang harus dimiliki siswa agar standar kompeetensi dapat dicapai?” jawaban dari pertanyaan tersebut kemudian didaftar baik yang menyangkut pengetahuan, sikap, dan keterampilan.
2)      Tulislah rumusan kompetensi dasarnya.
Syarat yang harus dipenuhu untuk dapat merumuskan KD yang baik adalah sebagai berikut:
a.       Rumusan tujuan yang dibuat harus berpusat pada siswa, mengacu pada perubahan tingakah laku subjek pembelajaran yaitu siswa sebagai peserta didik.
b.      Rumusan KD harus mencerminkan tingkah laku operasional yaitu tingakah laku yang dapat diamati dan diukur yang dirumuskan dengan menggunakan kata-kata operadional.
c.       Rumusan KD harus berisikan makna dari pokok bahasan atau materi pokok yang akan diajarkan pada saat kegiatan belajar mengajar.

C.    IndikatorIndikator merupakan penanda pencapai KD yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta diduk, mata pelajaran , satuan pendi

\\dikan.[3] Potensi daerah dan dirumuskan dalam kata kerja oprasional yang terukur dan/ atau dapat diobservasi. 
Menurut Depag indikator adalah wujud dari kompetensi dasar yang lebih spesifik. Sedangkan menurut E. Mulyasa indikator merupakan penjabaran dari kompetensi dasar yang menunjukkan tanda-tanda perbuatan dan respon yang dilakukan atau ditampilkan oleh peserta didik. Indikator juga dikembangkan sesuai dengan karakteristik satuan pendidikan potensi daerah dan peserta didik dan juga dirumuskan dalam rapat kerja oprasional yang dapat diukur dan dapat diobservasi sehingga dapat digunakan sebagai dasar dalam penyusunan alat penilaian.
Sedangkan menurut Drawin Syah indikator pembelajaran adalah karakteristik. Ciri-ciri, tanda-tanda perbuatan atau respon yang dilakukan oleh siswa. Untuk menunjukkan bahwa siswa telah memiliki kompetensi dasar tertentu.
Jadi indikator adalah merupakan kompetensi dasar acara spesifisik yang dapat dijadikan untuk nilai ketercapaian hasil pembelajaran dan juga dijadikan tolak ukur sejauh mana penguasaan siswa terhadap suatu pokok dan bahasan atau mata pelajaran tertentu.[4]
Sebelum melakukan penyusunan indikator, maka harus diperhatikan terlebih dahulu komponen-komponen sebagai berikut:
1.      Indikator merupakan penjabaran dari KD yang menunjukan tanda-tanda, perbuatan atau respon yang dilakukan atau ditampilkan oleh peserta didik.
2.      Rumusan indikator menggunakan kerja oprasional yang terukur / dapat di observasi.
3.      Indikator digunakan sebagai bahan dasar untuk menyusun alat penilaian
Kata-kata oprasional yang dijabarkan dalam membuat indikator:
1.      Kognitif, meliputi:
a.       Pengetahuan : menyebutkan , menuliskan, menyatakan, mengurutkan, mengidentifikasi, mendefinisikan, mencocokan, memberi nama, dan melukiskan.
b.      Pemahaman : menerjemahkan, mengubah, menggeneralisasikan, menguraikan, menuliskan kembali, merangkum, membedakan, mempertahankan, menyimpulkan, mengemukakan mendapat, dan menjelaskan
c.       Sintesis : merancang, merumuskan, merancang, mengorganisasikan, menerapkan, memadukan, dan merencanakan.
d.      Penerapan : mengoprasikan, menghasilkan, mengatasi, mengubah, menggunakan, menunjukan, mempersiapkan, dan menghitung.
e.       Analisis : menguraikan, membagi-bagi, memilih dan mrmbrdakan.
f.       Evaluasi : mengkritisi, menafsirkan, dan memberikan evaluasi.
2.      Efektif, meliputi:
a.       Penerimaan : mempercayai, mimilih, mengikuti, bertanya, dan mengalokasikan.
b.      Menganggapi : konfirmasi, menjawab, membaca, membanu, melaksanakan, melaporkan ,dan menampilkan.
c.       Penanaman nilai : menginisiasi, mengundang, melibatkan, mengusulkan, dan melakukan.
d.      Pengorganisasian: menverivikasi, menyusun, menyatukan, menghubungkan dan mempengaruhi.
e.       Karakterisasi: menggunkana nilai-nilai sebagai pandangan hidup, mempertahankan nilai-nilai yang sudah diyakini.
3.      Psikomotorik/gerak jiwa, meliputi:
a.       Pengamatan: mengamati proses, memperhatikan pada tahap-tahap sebuah perbuatan, memberi perhatian pada sebuah artikulasi.
b.      Peniruan: melatih, mengubah, membongkar sebuah struktur, membangun struktur dan menggunakan sebuah model.
c.       Pembiasaan: membiasakan perilaku yang sudah dibentuknya, mengontrol kebiasaan agar tetap konsisten.
d.      Penyesuaian: penyesuaian model, mengembangkan model, dan menerapakan model.
Berikut ini urutan cara menyusun indikator:
a.       Mengkaji KD tersebut untuk menidentifikasi indikatornya dan rumusan indikatornya yang dianggap relevan tanpa memikirkan urutannya lebih dahulu juga tentukan indikatir-indikator yang relevan dan tuliskan sesuai urutannya.
b.      Kajilah apakah semua indikator tersebut telah mempresentasikan KD nya, apabila belum lakukanlah analisislanjut untuk menemukan indikator-indikator lain yaang kemungkinan belum teridentifikasi.
c.       Tambahkan indikator lain sebelumnya dan ubahlah rumusan yang kurang tepat dengan lebih akurat dan pertimbangkan urutannya.[5]

D.    Pengembangan Materi Pembelajaran Sesuai Dengan Taksonomi

Tekasonomi Bloom merujuk padataksonomi yang dibuat untuk tujuan pendidikan. Taksonomi ini pertama kali disusun oleh Benjamin S. Bloom pada tahun 1956. Taksonomi bertujuan meningkatkan komunikasi (peristiwa belajar), dan sebagai alat dalam praktek mengidentifikasi oleh para pendidik. Taksonomi yang dirancang ini, merupakan sarana pengelompokan perilaku yang diharapkan, berkaitan dengan proses mental atau pemkiran akibat dari pengalaman pendidikan.
Materi pembelajaran merupakan komponen pembelajaran yang memegang peranan cukup esensial, mengarahkan peserta didik pada pencapaian tujuan atau sasaran pembelajaran yang ditetapkan. Didalam materi pembelajaran terkandung aspek-aspek tertentu yang diharapakan mampu membimbing mereka untuk berperilaku yang baik. Aspek-aspek tersebut diantaranya: logika, etika, dan estetika.
Ketiganya adalah perangkatpengetahuan peserta didik tentang pertimbangan-pertimbangan yang harus dilakukan ketika hendak melakukan aktivitas tertentu. Melalui penguasaan ketiga aspek tersebut mereka akan memiliki pilihan terkait dengan perilaku seperti apa yang seharusnya dilakukan, dan perilaku seperti apa yang tidak seharusnya dilakukan.  Lebih dari itu peserta didik dapat memiliki bekal dalam mewujudkan kehidupan yang indah dan bermakna, sebagaimana telah menjadi harapan bersama yang secara universal tercantum dalam tujuan pendidikan.
Langkah-langkah pengembangan materi pembelajaran
1.      Mengidentifikasi berbagai aspek yang terkandung dalam standar kompetensi dan kompetensi dasar yang harus dicapai.
2.      Mengidentifikasi jenis materi pembelajaran. Hal ini merupakan implikasi dari keberagaman materi pembelajaran materi pembelajaran itu sendiri.
3.      Menentukan pilihan terhadap alternatif materi pembelajran yang kebih efektif dan lebih relevan dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar.
4.      Menentukan sumber dan media pendukung terhadap keberhasilan penyampaian materi pembelajaran.




BAB IIIPENUTUP

A.    KESIMPULAN

Standar kompetensi dan kompetensi dasar merupakan arah dan landasan untuk mengembangkan materi pokok, kegiatan pembelajaran dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian.
Dalam menyusun kompetensi ada beberapa langkah yang harus diperhatikan, seperti:
1.      Langkah-langkah merumuskan kompetensi, yaitu:
~        Menetukan kompetensi lulusan/hasil belajar pada akhir suatu rangkaian pembelajaran.
~        Gunakan bahasa yang mudah dimengerti oleh peserta didik
~        Nyatakan target pengunjukan kompetensi yang memberikan informasi terhadap peserta didik
~        Capailah keseimbangan pertanyaan kompetensi, penekanan dan fokus tetap diperlukan
~        Batasi kompetensi yang akan dicapai pada setiap kegiatan pembelajaran
~        Klasifikasikan kompetensi yang sejenis ke dalam suatu kompetensi
~        Koordinasikan kompetensi yang memerlukan urutan untuk menunjukan perkembangan , kesinambungan, keutuhan dan keberlanjutan
~        Hindari mencampurkan definisi kompetensi
2.      Langkah-langkah merumuskan indikatorkopetensi adalah
~        Menganalisis tingkat kompetensi dalam SK dan KD yang telah dirumuskan atau dikembangkan sebelumnya.
~        Menganalisis karateristik mata pelajaran, keagamaan kopetensi siswa, dan potensi sekolah.
~        Menganalisis kata-kata operasional dalam merumuskan indikator.
~        Penggunaan kata-kata operasional dalam rumuskan SK dan KD.
3.      Langkah-langkah merumuskan materi pembelajaran adalah  
~        Menentukan KD yang akan dikembangkan menjadi materi pokok
~        Memahami subtasi rumusan KD, apakah pernyataan KD tersebut berupa fakta, konsep,prinsip,dan prosedur.
~        Meneruskan materi pokok pembelajaran.
~        Uraian materi pokok pembelajaranharus disusun secara sistematis.

B.     SARAN

           Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini terdapat bnyak kekurangan dan kekhilafan. Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari para pembaca sehingga dalam pembutan makalah selanjutnya akan menjadi lebih baik. Yang terakhir harapan penulis semoga makalah ini bermanfaat bagi pembaca. Amiiin




DAFTAR PUSTAKA


~        Abdul Majid, 2007, Perencanaan Pembelajaran Mengembankan Standar Kompetensi Guru, Bandung: Rosdakarya,
~        Peraturan Menteri Pendidikan Nasional 22 Tahun 2006, Jakarta.
~        Ella Yulaelawati,M.A.,Ph.D.,2004. Kurikulum Dan Pembelajaran. Bamdung:Pakar Raya




[1] Ella Yulaelawati,M.A.,Ph,D., Kurikulum dan Pembejaran,(Bandung:Pakar Raya, 2004), hlm 21-22.
[2] Peraturan Menteri Pendidikan Nasional 22 Tahun 2006, Jakarta
[3] Ibid.
[4] Abdul Majid, 2007, Perencanaan Pembelajaran Mengembankan Standar Kompetensi Guru, Bandung: Rosdakarya, hlm 50